Header Ads

Darmin Nasution: Ekspor Indonesia Bukal Lagi Tergantung Komoditas

Warta Pers, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengharapkan andalan ekspor Indonesia berbasis pada produk industri manufaktur dan bukan lagi bergantung pada komoditas.

Perekonomian Indonesia
Anggapan Darmin bahwa komoditas memang penting dalam ekspor, namun ia ingin ke depannya nonkomoditas lebih ke industri. Pemerintah juga mulai membenahi struktur ekspor dengan cara mengundang penanaman modal di sektor manufaktur maupun industri lainnya. Hal ini diharpakan agar investasi tersebut bisa menghasilkan nilai tambah dan bermanfaat dalam penguatan ekspor.

Sektor ekspor sangatlah penting karena ekspor komoditas seperti halnya batubara dan mineral, juga minyak dan gas maupun CPO dapat menyumbang surplus pada neraca perdagangan, dan dampaknya tidak dapat bertahan lama.

Seperti yang dilansir okezone, Darmin Nasution mengatakan, "Kalau komoditas, semestinya tidak terlalu lama, karena dunia juga lagi tekan menekan soal dagang,"

Sebelumnya, kinerja ekspor pada Maret 2018 tercatat dalam Badan Pusat Statistik (BPS) mencapai USD 15,58 miliar. Hal ini mengalami kenaikan hingga 10,24 persen dibandingkan sebelumnya yang bernilai USD 14,13 miliar. Seperti halnya pada kinerja ekspor yang mengalami kenaikan hingga 20,01 persen, industri pengolahan naik 9,17 persen sedangkan sektor pertambangan naik hingga 22,66 persen.

Untuk peningkatan terbesar ekspor nonmigas pada bulan Maret 2018 terhadap Februari 2018 digapai oleh bahan bakar mineral yang mencapai sebesar USD 358,9 juta. Begitu juga dengan besi dan baja hingga USD 209,7 juta, sedangkan bijih, abu logam, dan kerak sebesar USD 133,3 juta.

Hal ini dapat memicu adanya surplus neraca perdagangan Indonesia sebesar USD 1,09 miliar setelah periode Januari dan Februari 2018 yang sempat mengalami defisit. (HC)

No comments

Powered by Blogger.